gravatar

Membuat Puisi

Ketika menyuruh siswa membuat puisi, tanggapan siswa yang biasa langsung dilontarkan adalah tidak bisa, sulit dan kata-kata sejenis. Menanggapi lontaran-lontaran siswa tersebut, tidak boleh seorang guru menyerah. Tetapi perlu memberi motivasi bahwa menulis atau membuat puisi itu mudah semudah membuat buku harian.
Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat akan membuat puisi, inilah langkah-langkahnya:




1. Menentukan Tema
Tema adalah pokok persoalan yang akan dikemukakan dalam puisi. Tema adalah pokok pembahasan yang mendasari puisi. Untuk mendapatkan tema, kita bisa memancingnya dengan menggunakan pertanyaan, “Puisi ini membicarakan tentang apa?” Apakah tentang keindahan alam, kecantikan seseorang, protes sosial, dan lain-lain.

Tema puisi tersebar begitu banyak di sekitar kita. Kita tinggal mengamati dan menajamkan kepekaan. Seorang penulis puisi yang peka, ia tidak akan kehabisan akal untuk menemukan sebuah tema.

2. Menentukan Kata Kunci

Setelah menemukan tema, langkah-langkah menulis puisi selanjutnya adalah menentukan kata kunci dan kemudian mengembangkan kata tersebut.

Jika Anda telah menemukan tema, misalnya tentang bencana banjir, maka selanjutnya adalah menemukan kata kunci yang berkaitan dengan bencana banjir tesebut. Misalnya kata kuncinya adalah:

menerjang,

menghanyutkan,

hancur,

musnah,

keluarga hilang, dan sebagainya.

Kata-kata kunci tersebut adalah kata yang erat kaitannya dengan bencana banjir.

Jika kata kunci tersebut sudah dirasa cukup untuk memulai membuat puisi, maka Anda tinggal mengembangkannya dalam sebuah kalimat atau larik puisi. Misalnya satu kata kunci digunakan untuk satu larik. Atau bisa saja satu kata kunci kemudian dikembangakan menjadi satu bait. Tentu terserah kita. Misalnya, Sekonyong-konyong, air menerjang rumahku. Dan sebagainya.

3. Gunakan Gaya Bahasa

Langkah-langkah menulis puisi selanjutnya adalah dengan menggunakan gaya bahasa, salah satunya adalah majas. Majas yang biasa dipakai dalam menulis puisi antara lain majas perbandingan dan majas pertentangan.

Yang termasuk majas perbandingan adalah:

Asosiasi (contoh: bagai disambara petir, bagai teriris sembilu, dll)
Metafora (contoh: anak bencana, gudang ilmu, suara emas, dll
Personifikasi (contoh: air mengamuk, hujan menyerbu, dll)

Yang termasuk majas pertentangan adalah:

Hiperbola (contoh: setinggi langit, tinggal kulit pembungkus tulang, dll)
Litotes (contoh: bantuan yang tak berarti ini, terimalah walau tak seberapa, dll)
Ironi (contoh: peduli sekali dia, sehingga tak satu rupiahpun dikeluarkan untuk membantu, dll)

Anda bisa saja menambahkan berbagai gaya bahasa yang Anda tahu. Majas-majas di atas adalah majas yang paling sering digunakan.

4. Kembangkan Puisi Seindah Mungkin

Langkah selanjutnya adalah mengembangkan semua langkah di atas menjadi puisi yang indah. Susun kata-kata, larik-larik puisi menjadi bait-bait. Kembangkan menjadi satu puisi yang utuh dan bermakna.

Ingat, puisi bukanlah artikel. Tulisan yang kita buat untuk puisi harus ringkas, padat, sekaligus indah. Maka, disarankan untuk tidak membuat larik yang panjang-panjang. Pilihlah kata yang sesuai, yang mewakili unsur keindahan sekaligus makna yang padat.

Mungkin kita harus mengingat tiga hal berikut yang berkaitan dengan kata dan larik dalam menulis puisi, yaitu (1) kata adalah sebuah rangkaian bunyi yang ritmis atau indah, atau yang merdu; (2) makna kata bisa menimbulkan banyak tafsir; (3) mengandung imajinasi mendalam tentang hal yang dibicarakan.
Dengan memotivasi siswa bahwa menulis puisi itu mudah, insya Alloh siswa senang menulis puisi apalagi bagi mereka yang sudah terbiasa menulis buku harian.

ClinkBank Search

Gunakan tab ini untuk mendapatkan informasi detil berkaitan dengan ClickBank

Buku tamu